Skip to main content

Posts

Hampir Gagal New Year-an 2016

Recent posts

Nikah on Budget

Terima kasih untuk Allah SWT atas rahmat dan rejekinya, pernikahan ini dapat berlangsung #semogaAllahmeridhoi. Terima kasih untuk mama-bapak dan ibu-bapak, no words can describe how much you guys meant for me. Partner gw, we're such a great team, may Allah always bless us and also i'm lucky to have you. Adek gw-dodetz, hilmy dan adek-adek sepupu gw (audrey, wica, dan kintan) makasi loh udah mau direpotin dan menjadi panitia dadakan di pernikahan aku. Para keluarga yang sangat excited, para tamu undangan yang sangat koperatif, serta para vendor yang berbaik hati, baik yang bekerjasama maupun yang belum dapat bekerjasama dengan kami. Terima kasih.
Disclaimer: Nikah itu soal selera dan personal, So be smart everyone.
Mari kita mulai, Gw dan salman nggak tahu kapan tepatnya kami jadian, jadi intinya beberapa bulan setelah kami yakin kalau hubungan ini akan dibawa hingga pelaminan dan insya Allah Jannah, gw langsung to the point "Mau nabung buat nikah nggak?".
Modal Nikah…

Koas Wilayah Yogyakarta

"Bulan depan, kalian semua ikut saya ke Yogya ya" 
Lebih terdengar seperti perintah dibandingkan permintaan, itulah awal mula ngabur ke Yogyakarta padahal lagi koas Ilmu Penyakit Dalam di RS Ridwan TNI AD yang diprakarsai oleh tidak lain tidak bukan konsulen sendiri. Gw yang begitu dengar Yogya langsung seneng bukan main. Gila!!! gw koas tapi bisa ngabur, direstui pula #hahaha
Pagi itu nggak ada rutinitas bangun subuh buru-buru ke RS untuk follow up semua pasien sebelum para konsulen visit. Kali ini bus pariwisata sudah parkir manis depan rumah sakit, dan perjalanan sehari semalampun dimulai (jangan tanya betapa maboknya gw dibus). Bisa dibilang trip kali ini sangat singkat, Sabtu pagi berangkat, begitu malam tiba langsung pariwisata ke Malioboro, dan diakhiri dengan KASUR!
Minggu pagi setelah keliling sightseeing Yogyakarta, mengunjungi Museum Merapi dan ditutup dengan mengunjungi Prambanan. Gw pribadi lebih tertarik dengan candi yang ada di sekitar Prambanan. Ditemani deng…

Tiga rasa, asa, dan logika #3

Asa, aku mengira aku paling tahu. salah.
Logika, aneh.
Asa, caraku memandang masalah yang selama ini salah.
Logika, menyimak. Kau diam.
Rasa, separuhnya salahku.
Asa, terima kasih. Fokusku kenapa bisa itu terjadi.
Logika, kurasa hanya urutannya saja yang salah. Solusi - etiologi - implementasi. Kadang aku bingung menempatkan kau dimana.
Rasa, aku harmonisasi keseimbangan. Jangan lupa. Tiga rasa, asa, dan logika dalam satu meja

Tiga rasa, asa, dan logika #2

Logika, minggu ini berat.
Rasa, seperti bukanmu.
Asa, terdengar jauh lebih sepertimu.
Rasa, aku tak ingin berdebat.
Logika, sudah. Kali ini tentangku dulu, tak sesuai dengan yang kujalani sekarang. Badanku remuk.
Rasa, ditambah dengan aku. Maaf.
Asa, aku tau akarnya. Kebebasanmu terampas, kau juga tak suka uang mengaturmu. Tiga rasa, asa dan logika dalam satu meja

Tiga rasa, asa, dan logika #1

Rasa, akhirnya mengakuinya. Ini sudah diluar batas, ini sakit. Penyakit.
Logika, terlalu berasa.
Asa, apa yang dikhawatirkan.
Rasa, terulang kembali.
Asa, terlalu jauh, rumit, sebelum terjadi.
Logika, kesempatan meningkat kurasa saat Rasa merasa. Aku juga bukan jawabannya, kita jawabannya.
Asa, selama ini Rasa yang selalu pertama, tapi takut terluka.
Logika, itu penyebabnya. Luka lama kurasa hanya tameng semata.
Rasa, tapi pengalaman berharga dan bisa menjadi acuan. Sebelumnya bahkan terjadi.
Logika, acuan apa. Kau sendiri yang memberi kesempatan. Kenapa sekarang bertanya. Ceritanya jelas berbeda. Apa yang dikhawatirkan. Pendidikan, ekonomi, gaya hidup, kebiasaan.
Asa, isi kepalanya bisa mengimbangiku, rejeki bukan urusan kita.
Logika, lagi pula apa gunanya berbahasa kalau tak paham pula caranya. Bukannya ada aku, Rasa terlalu membungkamku terkadang.
Rasa, aku merasa terpojok
Logika, karena kau Rasa
Rasa, betul juga
Asa, adamu simpati terasa tetapi dominansimu kacaukan bahtera
Rasa, harus apa
Logika,…

Intuition leads me to Baduy

Stase anestesi (september 2015) di RSUD Arjawinangun hanya memakan waktu tiga minggu lamanya, jelas membuka kesempatan untuk mengarungi kota Cirebon buat kulineran dan ke Goa Sunyaragi, tapi tetep aja membuat gw merasa kurang jalan. Daaaan... akhirnya iseng search "backpacker" di google, lalu menemukan komunitas Backpacker Jakarta yang kebetulan banget mereka akan ke Desa Suku Baduy, cek tanggal eeh pas banget gw libur. Karena sistem share cost, biayanya cuman ± 200rb/orangnya untuk 2 hari 1 malem dan all in (kecuali pengeluaran pribadi).


Semua temen udah diajakin, satupun nggak ada yang mau ikut, walau gw tipe yang nggak akan ngobrol kalau nggak kenal atau diajak ngomong duluan, tapi gw tetep memutuskan untuk ikut dan seberani itu untuk asal gabung aja. Meeting pointnya di St. Tanah abang, dan jangan tanya, gw telat dan hampir ketinggalan kereta. Setelah naik kereta kurang lebih 1 jam dan disambung dengan elf 30 menit, sampailah kita di titik awal pendakian. Btw, desa Badu…